google32686b3d94c4d72a malang ruqyah center
Showing posts with label malang ruqyah center. Show all posts
Showing posts with label malang ruqyah center. Show all posts

Sunday, August 7, 2016

Apa itu Penyakit Ain?

Ada yang memahami hal yang sama namun seharusnya memiliki makna yang berbeda, yakni penyakit Ain dan Sihir, bahkan adakalanya disebutkan hal yang beriringan yaitu sihir ain karena sulit membedakan antara keduanya. Sesungguhnya Ain muncul dari hasad atau kekaguman, untuk lebih jelasnya akan dibahas dalam kajian berikut.

Secara harfiah, penyakit Ain itu diambil dari kata ‘ana-Ya’inu (bahasa Arab) artinya apabila ia menatapnya dengan matanya. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, kemudian diikuti oleh jiwanya yang keji, kemudian menggunakan tatapan matanya itu untuk menyampaikan racun jiwanya kepada orang yang dipandangnya. Sehingga, apa yang dilihat oleh hati yang hasad dapat membahayakan orang lain.
Penyakit Ain bukanlah penyakit medis, tetapi dapat mengganggu kesehatan orang yang terkena Ain. Yang paling rentan terkena penyakit Ain adalah anak – anak dan balita, karena mereka masih lemah dan belum bisa membentengi dirinya sendiri dari pengaruh jahat di sekitarnya. Tidak menutup kemungkinan, akan menimpa orang dewasa, ibu hamil, hewan, bahkan harta benda.
Dari Ilustrasi kasus di atas, terlihat jelas bahwa Ibu A tengah menceritakan tentang kepintaran anaknya kepada Ibu B. Namun, kondisi anak Ibu B tidaklah lebih baik dari Si A. Secara tersirat, Ibu B merasa iri dengan perkembangan Si A yang bagus. Dari perbincangan inilah, panah hasad mengenai si A. Sehingga, menyebabkan malamnya si A rewel. Padahal, dari lisannya meluncurkan pujian, namun disertai rasa dengki, yang tentu saja, setan turut berperan dalam membidikkan panah ‘Ain, hingga mengenai sasarannya.
Penyakit yang diderita anak-anak tidak semuanya bisa dideteksi dengan ilmu kedokteran. Ada juga sebab syar’i yaitu penyakit ain. Sebagaimana pernah terjadi di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pernah melihat anak perempuan di rumah Ummu Salamah istri beliau. Di wajah anak itu ada warna kehitaman. Beliau kemudian berkata kepada Ummu Salamah,“Ruqyahlah dia, karena dia terkena ain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa penyakit ain ada dua jenis, yaitu Ain Insaniyah atau ain yang disebabkan murni oleh pengaruh pandangan mata manusia, dan Ain Jinniyah yaitu sakit ain yang disebabkan adanya campur tangan gangguan jin..
Sedangkan penyakit ain pada orang dewasa diriwayatkan dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim serta yang lainnya, diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata, ”Ruqyah wanita ini, ia terkena ain.”

Inilah yang menjadi salah satu dasar pemahaman Ain dalam Islam, sehingga selayaknya kita sebagai muslim dapat memahami konteks yang sebenarnya ain dlm islam ini.  

Tempat Terapi Ruqyah dan Bekam di Malang?

Ruqyah dan Bekam Syariyah di daerah Malang, menjadi bagian dari alamat tempat ruqyah di Jawa Timur dan komunitas ruqyah Malang

Kami mengundang ANDA mengikuti ruqyah dan bekam syariyah, bagi yang memiliki Penyakit MENAHUN tidak sembuh" & memiliki tanda" Gangguan Sihir dan Gangguan Jin dalam diri bisa ditengok (klik) dalam tautan berikut :

Sedangkan Pintu masuk Penyebab Gangguan Jin pada diri manusia, sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :

dan bagi yang pernah mengalami kesurupan Jin atau kesurupan Massal, 
Monggo silahkan hadir di pengobatan RUQYAH DAN BEKAM SYAR'IYAH Malang :
- Ruqyah Syariyah artinya Terapi Ruqyah menurut Islam
- Ruqyah Mandiri artinya Terapi Ruqyah sendiri sesuai Syar'i

Kami juga melayani RUQYAH RUMAH - RUQYAH TEMPAT TINGGAL - RUQYAH KANTOR - RUQYAH TEMPAT KERJA - RUQYAH PABRIK - RUQYAH GEDUNG

Sebagai catatan : 
Ada Therapis Ruqyah khusus Wanita (Akhwat), dan klien Akhwat akan di-terapis oleh Therapist Akhwat 

Lokasi dan Alamat Tempat Ruqyah dan Bekam Syariah Malang : 
Jl. Sumpil 1 No. 53 Blimbing - Malang Kota

Untuk info Jasa Ruqyah dan Bekam Syariyah di Malang silahkan hubungi :
Admin Rehab Hati - Ruqyah Malang 089 74 5758 17

Akan dibekali pemahaman bagaimana menjalani Ruqyah Mandiri dengan ketentuan memenuhi kaidah Ruqyah Syar'i, sehingga menjadi salah satu panduan dalam menjalankan Ruqyah Syar'iyah di Malang, dan atas ijin Allah pelaksanaan Ruqyah di Malang ini akan memberikan kebaikan dan kesembuhan dari Allah semata.

Terapi Ruqyah dan Bekam Syar'iyyah dapat diperuntukkan untuk kesembuhan hal yang terkait berikut :

Ruqyah Anak Hiperaktif, Ruqyah Anak Kecil, Ruqyah Ain, Ruqyah agar dapat Jodoh, Ruqyah Jodoh, Ruqyah Enteng Jodoh, Ruqyah Anak Indigo, Ruqyah Bayi, Ruqyah Epilepsi, Ruqyah Ejakulasi Dini, Ruqyah Gangguan Jin, Ruqyah Gay - LGBT, Ruqyah Gangguan Jiwa, Ruqyah Halau Jin, Ruqyah Jin, Ruqyah Jin Bandel, Ruqyah Jin Kafir, Ruqyah Jin Ifrit, Ruqyah Kristen, Ruqyah Lumpuh, Ruqyah Orang Gila, Ruqyah Orang Bisu, Ruqyah Orang Sakit, Ruqyah Orang Kesurupan, Ruqyah Penyakit Medis, Ruqyah Pengusiran Jin, Ruqyah Rumah, Ruqyah Raja Jin, Ruqyah Rahim, Ruqyah Tempat Usaha, Ruqyah Rumah, Ruqyah Tenaga Dalam, Rukyah Untuk Kesembuhan, Rukyah Untuk Orang Sakit, Ruqyah Vertigo, Ruqyah Sihir, Ruqyah Tenaga Dalam, Ruqyah Santet, Ruqyah Dukun / Paranormal, Ruqyah Wasir, Ruqyah Warung, Ruqyah Wanita Hamil, Ruqyah Zina

Telah hadir ruqyah di malang 2015 sampai dengan ruqyah di malang 2016, dan In syaa Allah akan mengadakan Pelatihan Ruqyah Malang secara komprehensif yang memuat ruqyah menurut Islam dan dapat memahami artinya ruqyah, mengetahui ayat ruqyah dan bacaan ruqyah, serta dapat menjawab berbagai pertanyaan seputar dunia ruqyah


Info Penting Terkait Seluk Beluk Ruqyah, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :

----------------------------------------------------------------------

Tempat Ruqyah & Bekam di Malang, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


Klik ➡ http://bit.ly/RuqyahBekamMalang


_______________________________________________________________________

Lokasi dan Alamat Tempat Ruqyah Syariah Malang : 
Jl. Sumpil 1 No. 46 Purwodadi Blimbing - Malang Kota

Untuk info Jasa Ruqyah Syariyah di Malang silahkan hubungi :
Admin Rehab Hati - Ruqyah Malang 08974575817

Bahaya Penyakit ‘Ain (Pengaruh Pandangan Mata Dengki atau Takjub)

ruqyah malang centre

Ibu A : “Ini loh, anak saya belum genap dua tahun paling pintar diantara teman – teman sebayanya. Sudah bisa lari – lari, udah pinter ngomong, makannya lahap, makanya badannya montok. Duh, senengnya…”
Ibu B : “Baguslah, iya Si A emang pinter ya? Anak saya malah baru bisa jalan lebih dari 15 bulan. Makannya juga susah banget nih…”
Malamnya, si A rewel tidak seperti biasanya. Tidak mau menyusu. Kejadian itu berlangsung terus menerus hingga beberapa bulan lamanya. Tibalah waktunya si A disapih, namun dia masih enggan makan. Sepanjang malam rewel tanpa sebab, sehingga membuat badannya kurus kering. Sering sakit dan tidak lincah seperti sebelumnya. Setelah periksa ke DSA (Dokter Spesialis Anak), sang Dokter pun mengatakan tidak ada indikasi medis apapun.
Apa itu Penyakit ‘Ain?
Secara harfiah, penyakit ‘Ain itu diambil dari kata ‘ana-Ya’inu (bahasa Arab) artinya apabila ia menatapnya dengan matanya. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, kemudian diikuti oleh jiwanya yang keji, kemudian menggunakan tatapan matanya itu untuk menyampaikan racun jiwanya kepada orang yang dipandangnya. Sehingga, apa yang dilihat oleh hati yang hasad dapat membahayakan orang lain.
Penyakit ‘Ain bukanlah penyakit medis, tetapi dapat mengganggu kesehatan orang yang terkena ‘Ain. Yang paling rentan terkena penyakit ‘Ain adalah anak – anak dan balita, karena mereka masih lemah dan belum bisa membentengi dirinya sendiri dari pengaruh jahat di sekitarnya. Tidak menutup kemungkinan, akan menimpa orang dewasa, ibu hamil, hewan, bahkan harta benda.
Dari Ilustrasi kasus di atas, terlihat jelas bahwa Ibu A tengah menceritakan tentang kepintaran anaknya kepada Ibu B. Namun, kondisi anak Ibu B tidaklah lebih baik dari Si A. Secara tersirat, Ibu B merasa iri dengan perkembangan Si A yang bagus. Dari perbincangan inilah, panah hasad mengenai si A. Sehingga, menyebabkan malamnya si A rewel. Padahal, dari lisannya meluncurkan pujian, namun disertai rasa dengki, yang tentu saja, setan turut berperan dalam membidikkan panah ‘Ain, hingga mengenai sasarannya.
Penyakit yang diderita anak-anak tidak semuanya bisa dideteksi dengan ilmu kedokteran. Ada juga sebab syar’i yaitu penyakit ‘ain. Sebagaimana pernah terjadi di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pernah melihat anak perempuan di rumah Ummu Salamah istri beliau. Di wajah anak itu ada warna kehitaman. Beliau kemudian berkata kepada Ummu Salamah,“Ruqyahlah dia, karena dia terkena ‘ain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa penyakit ‘ain ada dua jenis, yaitu’ Ain Insaniyah atau ‘ain yang disebabkan murni oleh pengaruh pandangan mata manusia , dan ‘’Ain Jinniyah ‘ain yang disebabkan adanya campur tangan gangguan jin..
Dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim serta yang lainnya, diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata, ”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘ain.”
Apakah Penyakit ‘Ain Benar Adanya?
Secara hakiki Penyakit ‘Ain itu benar adanya. Dari Ibnu Abbas Radhyallahu ‘anhumma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” (HR. Muslim).
“Al-‘Ain adalah benar yang didatangkan oleh syaitan, dan oleh kehasadan anak adam.” (Imam Ahmad)
Penyakit ‘ain itu benar-benar ada dan bukan khurafat yang dihubung-hubungkan dengan pujian. Sebagaimana anggapan sebagian besar masyarakat Indonesia bahwa pujian kepada seorang anak akan menyebabkan sakit. Jadi bukan pujian yang menyebabkan dampak buruk bagi anak yang dipujinya, melainkan bermula dari pandangan mata sang pemujinya, baik pujian itu karena ada rasa iri atau karena benar-benar ada kekaguman.
Bagaimana Cara Kerja Penyakit ‘Ain?
Ibnu Hajar berkata : “Sebagian orang merasa bingung, mereka bertanya: ‘Bagaimanakah cara kerja ‘ain sehingga bisa memudharatkan orang dari jarak yang jauh?’. Sudah banyak sekali orang yang tertimpa sakit dan kekuatannya melemah hanya karena pandangan mata, semua itu terjadi karena ALLAH menciptakan di dalam unsur ruh suatu kekuatan yang bisa memberikan pengaruh, dan karena pengaruh tersebut sangat berkaitan dengan mata maka pengaruh yang ditimbulkannya disebut al-ain (mata), sebenarnya bukan mata yang memberikan pengaruh akan tetapi yang sebenarnya terjadi adalah pengaruh ruh, maka pandangan yang keluar melalui mata seorang (yang hasad atau kagum) adalah panah maknawi yang jika mengenai suatu jasad yang tidak berperisai maka panah tersebut akan mempengaruhi badan dan jika tidak berpengaruh berarti ia tidak mengenai sasarannya akan tetapi kembali kepada pemiliknya, persis sama dengan panah biasa”.
Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat.Oleh karenanya, panah yang keluar dari mata adalah panah berupa ungkapan tentang sifat seseorang, ia adalah racun lisan, buktinya adalah seorang yang buta bisa menimpakan penyakit ‘ain kepada orang lain, dan Setan yang selalu mengintai melahap ungkapan lisan yang tidak dibarengi dengan menyebut nama ALLAH sehingga bisa berpengaruh pada jasad orang yang didengki dengan izin ALLAH jika jasad tersebut tidak dibentengi (dengan Dzikir dan Wirid).
Ibnu Jauzi berkata : “Pandangan baik yang bercampur dengan hasad, iri, dengki dan kejelekan lainnya terjadi karena orang yang memandang tersebut memiliki tabiat dan perilaku yang jelek, laksana sesuatu yang beracun (yang mulai mengalir di dalam tubuh).”
Namun terkadang pengaruh buruk ‘ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ‘ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal hati mereka terkenal bersih, tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh dan takdirnya, pengaruh buruk ‘ain ini dapat terjadi diantara mereka.
Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad (4: 153) berkata,
ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية
“’Ain bukan hanya lewat jalan melihat. Bahkan orang buta sekali pun bisa membayangkan sesuatu lalu ia bisa memberikan pengaruh ‘ain meskipun ia tidak melihat. Banyak kasus yang terjadi yang menunjukkan bahwa ‘ain bisa menimpa seseorang hanya lewat khayalan tanpa melihat.”
Pada umumnya reaksi pengaruh pandangan mata ini lebih cepat terjadi kepada orang-orang yang “kosong” dari dzikir kepada Allah swt. Allah berfirman di dalam Alqur’an yang artinya: “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mata mereka, tatkala mereka mendengar Al-Qur’an dan mereka berkata : “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila)”.” (QS. Al-Qalam : 51).
Imam Al-Qasthalani berkata : Apabila seseorang itu melihat sesuatu kepada orang lain dengan penuh kekaguman (tanpa dibarengi dzikrullah) maka bisa terjadi suatu bahaya kepada orang yang dipandangnya. Dan pandangan orang itu seperti panah beracun yang siap untuk menikam korbannya!
Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Terkena ‘Ain?
A. Pada Orang Dewasa Yang sehat Jasmani
1.) Kepala pusing
2.) Wajah yang menguning
3.) Banyak berkeringat
4.) Banyak Kencing
5.) Sering ingin muntah dan menguap
6.) Sedikit tidur atau banyak tidur
7.) Tidak mempunyai nafsu makan
8.) Basah pada kedua tangan dan kaki yang disertai dengan kesemutan, hati bergetar, perasaan takut yang tidak normal, marah dan temperamental yang berlebihan, sedih dan sempit di dalam dada.
9.) Nyeri pada bagian punggung dan antar kedua pundak
10.) Tidak bisa tidur pada waktu malam
Tanda – tanda di atas terkadang ada baik semua maupun sebagian, tergantung pada kekuatan ‘ain tersebut dan banyaknya orang yang menyebabkan penyakit ‘ain, sebagaimana tanda – tanda ini juga terdapat pada orang yang tidak terkena penyakit ‘ain atau karena orang tersebut dijangkiti penyakit medis pada anggota badan atau jiwanya.
B. Pada Bayi, Balita dan Anak – anak
1.) Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung hentiAisyah Radhiyallahu ‘anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis. Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis? Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah – ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?) (Shahihul jami’ 988 n0.5662)
2.) Kejang-kejang tanpa sebab yang jelas
3.) Tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas
4.) Kondisi tubuh yang sangat kurus kering. Dari Jabir Radhiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais, ”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau, ”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!” (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi).
Perbedaan ‘Ain dengan Sihir
1. Bahwa pengaruh ain lebih berbahaya dari sihir
2. Kasus sihir ada expirednya sedangkan ‘ain tidak
3. Kasus sihir sengaja dimaksudkan untuk mencelakakan, sedangkan al-‘ain tidak dimaksudkan untuk mencelakai bahkan bisa timbul dari ayah/ibunya sendiri
4. Sihir tidak dilakukan kecuali oleh orang JAHAT… sedangkan al-‘Ain bisa melesat dari mata orang yang SHALEH
5. Karena sangat bahayanya al-‘Ain sampai-sampaiRasulullah bersabda :
أكثر من يموت من امتي بعد قضاء الله و قدره بالعين
Kebanyakan yang mati pada ummatku setelah qadha dan qadarnya Allah adalah karena pengaruh pandangan mata jahat.” (HR. Bukhari)
Indikasi Penyakit karena ‘ain menurut ‘ulama’
1. Rasa sakit yang berpindah – pindah di badan
2. Sebagian besar penyakit kanker/tumor/benjolan
3. Penyakit asma
4. Lumpuh mendadak
5. Mandul
6. Diabetes
7. Tekanan darah tidak stabil
8. Datang bulan tidak teratur
9. Beberapa penyakit dalam seperti usus
10. Beberapa penyakit kejiwaan, seperti sempit hati, was-was, linglung, dsb
Ciri-ciri seseorang yang sudah terkena ‘ain
* Kepala pusing
* Rasa sakit kepala yang berpindah-pindah
* Warna wajah kekuning-kuningan, kadang kemerah-merahan bercampur hitam
* Banyak keluar keringat
* Sering buang air kecil
* Sering ingin muntah
* Tidak ada nafsu makan
* Kedua tangan dan kaki sering berkeringat disertai kesemutan
* Kesemutan
* Rasa panas / dingin di beberapa bagian tubuh
* Jantung berdebar
* Rasa sakit yg berpindah-pindah atau nyeri pada bagian. bawah punggung dan bahu
* Rasa sedih
* Dada sesak
* Berkeringat di malam hari
* Rasa takut yang berlebihan
* Temperamental
* Sering cegukan
* Sering menguap dan Mendesah
* Menyendiri dan suka mengurung diri
* Rasa lemas dan malas
* Rasa ingin tidur terus atau sedikit tidur
* Susah tidur malam
* Badan kurus/susah gemuk
* Ada masalah kesehatan tanpa penyebab yang jelas dan sulit diobati secara medis
* Gatal-gatal pada kulit
* Anak tiba-tiba sering rewel sulit diatur
(Sumber diambil dari kitab “Min asbaabi daf’i al-bala’ karya syaikh Abdullah bin Muhammad As Sadhan dan “Al Ma’iin Fii ‘Ilaaj As Sihr Wal Mass Wal ‘Ain karya syaikh Abu ‘Azzam Musa)
Bagaimana Upaya Orang Tua Agar Anak Terhindar Dari Penyakit ‘Ain?
1. Hendaklah orang tua membiasakan diri mereka membentengi anak-anaknya dari bahaya ‘ain dengan ruqyah-ruqyah (bacaan-bacaan) yang diajarkan dalam Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu allaihi wa sallammemohon perlindungan ALLAH untuk Hasan dan Husain dengan doa :
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
“U’idzukuma bi kalimaatillaahit taammati min kulli syaithonin wa haamatin wa min kulli ‘ainin laamatin.”
“Aku berlindung kepada ALLAH untuk kalian berdua dengan kalimat – kalimat ALLAH yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.” (HR. Abu Daud)
2. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam Ibnul Qoyyim dalam Zadul Ma’ad 4/159, hendaknya para orang tua tidak menampakkan suatu kelebihan yang menakjubkan yang dimiliki anak-anaknya yang dikhawatirkan akan mengundang rasa iri atau kedengkian orang yang melihatnya. Lalu Ibnu qoyyim menukil atsar dari Imam Baghowi bahwasanya pernah suatu ketika Utsman bin Affan Radhyallahu ‘anhu melihat seorang anak kecil yang sangat elok rupanya lagi menawan, kemudian Ustman berkata, “Tutupilah (jangan ditampakkan) lubang dagu (yang membuat orang takjub) pada anak itu.” Maka keadaan seperti itu sangat dikhawatirkan akan terjadinya pengaruh buruk ‘ain. Lebih-lebih kalau ada orang yang terkenal mempunyai sifat iri dan dengki.
3. Hendaklah para orang tua tidak berlebihan menceritakan kelebihan – kelebihan atau kebaikan – kebaikan anaknya yang tidak dimiliki anak-anak lain, sehingga mengundang rasa iri dan dengki siapa saja yang mendengarnya, kemudian berusaha melihatnya, hingga ALLAH menakdirkan terjadinya pengaruh buruk ‘Ain tersebut.
Upaya Apa Yang Harus Ditempuh Jika Anak Tertimpa Penyakit ‘Ain?
1.) Memandikan Pelaku ‘Ain
Jika telah diketahui pelaku ‘Ain-nya, maka perintahkanlah ia agar mandi kemudian air yang dipakai mandi tersebut diambil dan disiramkan kepada orang yang terkena ‘Ain dari arah belakangnya.
Dari Umamah bin Sahl bin Hunaif, bahwasannya ayahnya telah menceritakan kepadanya : Bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pergi bersamanya menuju Makkah. Ketika sampai di satu celah bukit Kharar di daerah Juhfah, maka Sahl bin Hunaif mandi. Ia adalah seorang yang yang berkulit sangat putih dan sangat bagus. Maka ‘Amir bin Rabi’ah – kerabat Bani ‘Adi bin Ka’b – memandangnya ketika ia sedang mandi. ‘Amir berkata : ‘Aku belum pernah melihat seperti sekarang, juga tidak pernah melihat kulit wanita perawan bercadar’. Maka tiba-tiba Sahl jatuh terguling (karena sakit. Maka datag Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan dikatakan kepada beliau : “Wahai Rasulullah, apa kira-kira yang terjadi pada Sahl ? Ia (Sahl) tidak bisa mengangkat kepalanya dan sekarang ia belum juga sadar”. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya : “Apakah ada seseorang yang kalian curigai ?”. Mereka berkata : “Amir bin Rabi’ah telah memandangnya”. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggilnya lalu memarahinya dan bersabda : ‘Mengapa salah seorang diantara kalian hendak membunuh saudaranya ? Mengapa ketika kamu melihat sesuatu hal yang menakjubkanmu, kamu tidak memberkahi ?”. Kemudian beliau berkata kepadanya : “Mandilah untuknya !”. Kemudian ‘Amir mencuci mukanya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua lututnya, jari-jari kedua kakinya, dan bagian dalam kainnya di dalam bejana. Kemudian (air bekas mandi itu) disiramkan kepadanya (Sahl) oleh seseorang ke kepalanya dan punggungnya dari arah belakangnya. Kemudian bejana tersebut ditumpahkan isinya di belakangnya. Maka setelah hal itu dilakukan, Sahl kembali bersama orang-orang dalam keadaan tidak kurang suatu apa (sehat kembali). ” (HR. Ahmad, Malik, dan Nasa’i)
Bisa juga pelaku ‘Ain cukup berwudhu saja dan kemudian air bekas wudhunya dipakai mandi oleh orang yang terkena ‘Ain.
Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhu ia berkata : “Orang yang melakukan ‘Ain diperintahkan agar berwudlu kemudian orang yang terkena ‘Ain mandi dari air (bekas wudlu tadi).” (HR. Abu Dawud)
At-Tirmidzi menjelaskan : ”Pelaku ‘ain diperintahkan untuk mandi dengan menggunakan air dalam baskom. Lalu meletakkan telapak tangannya di mulut dan berkumur-kumur, lalu disemburkan ke dalam baskom tersebut. Baru setelah itu membasuh wajahnya dengan air dalam baskom tersebut, lalu memasukkan tangan kirinya dan mengguyurkan air ke lutut kanannya dengan air baskom tersebut. Kemudian memasukkan tangan kanannya dan menyiramkan air baskom itu ke lutut kirinya. Baru kemudian membasuh tubuh di balik kain, namun baskom itu tidak usah diletakkan di atas tanah atau lantai. Setelah itu sisa air diguyurkan ke kepala orang yang terkena ‘ain dari arah belakang satu kali guyuran.
2.) Meruqyahnya dan Meletakan tangan ke atas kepala penderita ‘Ain dengan membaca :
بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ اللهُ يَشْفِيْكَ بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ
Dengan nama ALLAH, aku meruqyahmu dari setiap sesuatu yang menyakitimu dan dari kejelekan setiap jiwa atau mata yang dengki. ALLAH-lah yang menyembuhkanmu. Dengan nama ALLAH aku meruqyahmu.” (HR. Muslim)
بِسْمِ اللهِ يُبْرِيْكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيْكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَمِنْ شَرِّ ذِيْ عَيْنٍ
“Dengan nama ALLAH, mudah-mudahan Dia membebaskanmu, dari setiap penyakit, mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai ‘Ain (mata dengki)” (HR. Muslim)
3.) Meletakkan tangan di bagian atas yang sakit dan meruqyah dengan QS. Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas, Ayat Kursi, bagian penutup surat al – Baqarah (dua ayat terakhir), serta mendo’akan dengan do’a ruqyah yang syar’i.
4.) Membacakan pada air (dengan bacaan–bacaan ruqyah yang syar’i) disertai tiupan, dan kemudian meminumkan pada penderita,dan sisanya disiramkan ke tubuhnya. Hal itu pernah dilakukan Rasulullah shollallhu alaihi wa sallam kepada Tsabit bin Qois. (HR. Abu Daud)
5.) Dibacakan (bacaan) pada minyak dan kemudian minyak itu dibalurkan. (HR Ahmad). Jika bacaan itu dibacakan pada air zam-zam,maka yang demikian itu lebih sempurna jika air zam-zam itu mudah diperoleh atau kalau tidak, boleh juga dengan air hujan.
Sunnah – Sunnah Ketika Memandang Takjub Terhadap Sesuatu
1. Mendoakan keberkahan kepada apa yang dilihatnya
Dari Amir bin Robi’ah Radhiyallahu ‘anhu :
Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).
Di antara cara mendoakan keberkahan terhada apa yang dilihatnya adalah :
اللَّهُمَّ بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ
“Ya ALLAH Semoga ALLAH memberikan berkah padanya”
اللَّهُمَّ بَارِكْعَلَيْهِ
“Ya ALLAH berkahilah atasnya”
اللَّهُمَّ بَارِكْلَهُ
“Ya ALLAH Berkahilah Baginya ”
2. Hendaknya Mengucapkan :
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
“Sungguh atas kehendak ALLAH – lah semua ini terwujud”
Kesalahan – kesalahan Orang Tua Ketika Anak Tertimpa ‘Ain
Meletakkan gunting di bawah bantal si bayi dengan keyakinan itu akan menjaganya. Sungguh ini termasuk kesyirikan karena menggantungkan sesuatu pada yang tidak dapat memberi manfaat atau menolak bahaya.
Mengalungkan anak dengan Jimat, Penangkal Tolak Bala, dan lain sebagainya. Ini juga termasuk perbuatan syirik dan hanya akan melemahkan si anak dan orang tua karena berlindung pada sesuatu selain ALLAH Subhanahu wa Ta’ala. Dan sungguh, amat dashyat ancaman bagi Pelaku Syirik. Yaitu Dosa Besar Menyekutukan ALLAH dengan selainNya, serta tidak akan diampuni hingga Pelakunya benar – benar bertaubat.
Apakah Memajang Foto Di Facebook Dapat Menyebabkan Penyakit ‘Ain?
Terkena ain tidak harus dengan cara melihat langsung korban ain. Namun bisa juga terjadi dengan membayangkan atau mengkhayalkan apa yang disampaikan kepadanya. Termasuk dengan melihat foto atau gambar korban ain tersebut.
Ibnul Qoyim rahimahullah mengatakan,
ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية
”Jiwa orang yang menjadi penyebab ain bisa menimbulkan ain, tanpa harus dengan melihat. Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, lalu jiwanya bisa menimbulkan ain, meskipun dia tidak melihat sesuatu itu. Dan ada banyak penyebab ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ain, hanya dengan cerita tanpa melihat langsung.” (Zadul Ma’ad, 4/149)
Setelah membawakan keterangan Ibnul Qooyim di atas, dalam Fatwa Islam dinyatakan,
وبهذا يتبين أن العائن قد ينظر إلى صورة الشخص في الحقيقة أو في التلفاز ، وقد يسمع أوصافه فيصيبه بعينه ، نسأل الله السلامة والعافية
“Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa penyebab ain bisa jadi ketika melihat gambar seseorang atau melalui televisi, atau terkadang hanya mendengar ciri-cirinya, kemudian orang itu terkena ain. Kita memohon keselamatan kepada Allah.”
Kemudian beliau mengingatkan,
وننبه إلى أن بعض الناس يستسلم للوساوس والهواجس ، ويظن أنه سيصاب بالعين كلما رزق نعمة ، أو جاءه خير ، وهذا من الضعف والعجز ، فإن المؤمن لديه من الأسلحة ما يتحصن بها من شر العين والحسد والسحر ، فعليه أن يتوكل على ربه ، ويعتصم به ، ويداوم على الذكر الواقي من تلك الشرور
”Kami ingatkan, sebagian orang telah menjadi korban was-was dan bisikan. Dia selalu dihantui dengan perasaan seolah terkena ain ketika mendapat rizki atau mendapat kabar baik. Semacam ini termasuk kelemahan mental. Karena setiap mukmin memiliki senjata yang bisa dia gunakan untuk melindungi dari ain, hasan dan sihir. Karena itu, selayaknya dia bertawakkal kepada Allah, memohon perllindungan kepadanya, dan merutinkan dzikir sebagai benteng dari semua kejahatan tersebut.” (Fatwa Islam, no. 122272)
Sebagai bentuk kehati – hatian, sebaiknya tidak memajang foto Bayi, anak – anak, maupun Wanita di Facebook.
Sikap Terbaik Dalam Menyikapi Bahaya ‘Ain
Perlulah kita selalu mengingat, bahwa sekalipun kita mengetahui bahaya ‘ain memiliki pengaruh besar dan berbahaya, namun tidaklah semua dapat terjadi kecuali dengan ijin ALLAH Subhanahu wa Ta’ala. Dan kita sebagai orang Islam tidaklah berlebihan dalam segala sesuatu. Termasuk dalam masalah ‘ain ini, maka seseorang tidak boleh berlebihan dengan menganggap semua kejadian buruk berasal dari ‘ain, dan juga tidak boleh seseorang menganggap remeh dengan tidak mempercayai adanya pengaruh ‘ain sama sekali dengan menganggapnya tidak masuk akal. Ini termasuk pengingkaran terhadap hadits-hadits shahih Nabishalallahu ‘alaihi wasallam. Sikap yang terbaik bagi seorang muslim adalah berada di pertengahan, yaitu mempercayai pengaruh buruk ‘ain dengan tidak berlebihan sesuai dengan apa yang dikabarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam bishawab. Sumber:Akhwatmuslimah.com

Tempat Terapi Ruqyah dan Bekam di Malang?

Ruqyah dan Bekam Syariyah di daerah Malang, menjadi bagian dari alamat tempat ruqyah di Jawa Timur dan komunitas ruqyah Malang

Kami mengundang ANDA mengikuti ruqyah dan bekam syariyah, bagi yang memiliki Penyakit MENAHUN tidak sembuh" & memiliki tanda" Gangguan Sihir dan Gangguan Jin dalam diri bisa ditengok (klik) dalam tautan berikut :

Sedangkan Pintu masuk Penyebab Gangguan Jin pada diri manusia, sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :

dan bagi yang pernah mengalami kesurupan Jin atau kesurupan Massal, 
Monggo silahkan hadir di pengobatan RUQYAH DAN BEKAM SYAR'IYAH Malang :
- Ruqyah Syariyah artinya Terapi Ruqyah menurut Islam
- Ruqyah Mandiri artinya Terapi Ruqyah sendiri sesuai Syar'i

Kami juga melayani RUQYAH RUMAH - RUQYAH TEMPAT TINGGAL - RUQYAH KANTOR - RUQYAH TEMPAT KERJA - RUQYAH PABRIK - RUQYAH GEDUNG

Sebagai catatan : 
Ada Therapis Ruqyah khusus Wanita (Akhwat), dan klien Akhwat akan di-terapis oleh Therapist Akhwat 

Lokasi dan Alamat Tempat Ruqyah dan Bekam Syariah Malang : 
Jl. Sumpil 1 No. 46 Blimbing - Malang Kota

Untuk info Jasa Ruqyah dan Bekam Syariyah di Malang silahkan hubungi :
Admin Rehab Hati - Ruqyah Malang 089 74 5758 17

Akan dibekali pemahaman bagaimana menjalani Ruqyah Mandiri dengan ketentuan memenuhi kaidah Ruqyah Syar'i, sehingga menjadi salah satu panduan dalam menjalankan Ruqyah Syar'iyah di Malang, dan atas ijin Allah pelaksanaan Ruqyah di Malang ini akan memberikan kebaikan dan kesembuhan dari Allah semata.

Terapi Ruqyah dan Bekam Syar'iyyah dapat diperuntukkan untuk kesembuhan hal yang terkait berikut :

Ruqyah Anak Hiperaktif, Ruqyah Anak Kecil, Ruqyah Ain, Ruqyah agar dapat Jodoh, Ruqyah Jodoh, Ruqyah Enteng Jodoh, Ruqyah Anak Indigo, Ruqyah Bayi, Ruqyah Epilepsi, Ruqyah Ejakulasi Dini, Ruqyah Gangguan Jin, Ruqyah Gay - LGBT, Ruqyah Gangguan Jiwa, Ruqyah Halau Jin, Ruqyah Jin, Ruqyah Jin Bandel, Ruqyah Jin Kafir, Ruqyah Jin Ifrit, Ruqyah Kristen, Ruqyah Lumpuh, Ruqyah Orang Gila, Ruqyah Orang Bisu, Ruqyah Orang Sakit, Ruqyah Orang Kesurupan, Ruqyah Penyakit Medis, Ruqyah Pengusiran Jin, Ruqyah Rumah, Ruqyah Raja Jin, Ruqyah Rahim, Ruqyah Tempat Usaha, Ruqyah Rumah, Ruqyah Tenaga Dalam, Rukyah Untuk Kesembuhan, Rukyah Untuk Orang Sakit, Ruqyah Vertigo, Ruqyah Sihir, Ruqyah Tenaga Dalam, Ruqyah Santet, Ruqyah Dukun / Paranormal, Ruqyah Wasir, Ruqyah Warung, Ruqyah Wanita Hamil, Ruqyah Zina

Telah hadir ruqyah di malang 2015 sampai dengan ruqyah di malang 2016, dan In syaa Allah akan mengadakan Pelatihan Ruqyah Malang secara komprehensif yang memuat ruqyah menurut Islam dan dapat memahami artinya ruqyah, mengetahui ayat ruqyah dan bacaan ruqyah, serta dapat menjawab berbagai pertanyaan seputar dunia ruqyah

Info Penting Terkait Seluk Beluk Ruqyah, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :

Klik ➡ http://bit.ly/InfoPentingRuqyah


Tempat Ruqyah & Bekam di Malang, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :

Klik ➡ http://bit.ly/RuqyahBekamMalang


_______________________________________________________________________

Lokasi dan Alamat Tempat Ruqyah Syariah Malang : 
Jl. Sumpil 1 No. 46 Purwodadi Blimbing - Malang Kota

Untuk info Jasa Ruqyah Syariyah di Malang silahkan hubungi :
Admin Rehab Hati - Ruqyah Malang 089 74 5758 17

Friday, March 25, 2016

PINTU MASUK GANGGUAN JIN




Alhamdulillah, kita bertemu kembali di laman Ruqyah Malang - Rehab Hati Malang Raya (Pusat) ya, yang senantiasa memberikan informasi terkait dengan terapi Ruqyah, Bekam dan Gurah yang akan memudahkan kita untuk sembuh dari sakit dan keluhan yang kita derita sebelumnya. Semoga ALLAH wujudkan kesembuhan dari kita dan keluarga ya, Aamiin In syaa ALLAH 

Apakah kita pernah merasakan bahwa tiba-tiba ada yang aneh di diri kita, yang tiba-tiba suka menyendiri, suka pemurung ga mau ketemu dengan orang lain, ga mau diganggu orang lain, ga mau makan sama sekali, ga mau mengerjakan tugas-tugas yang seharusnya jadi tanggung jawab kita yang akhirnya kita dicap negatif ataupun bahkan dibully habis-habisan

Ataupun kitanya malah menjadi pribadi yang jadinya suka marah, sedikit-sedikit marah tanpa alasan yang jelas. Menjadi luar biasa sensitifnya kita, padahal sebelumnya adalah orang yang kalem bahkan bisa menyenangkan hati orang tua ataupun sesama. Namun sekarang malah menjadi orang yang tidak disukai karena kitanya suka marah-marah. Jadi sedih sendiri kan,..

Bahkan ada yang seringkali bercerita kepada kami tentang perubahan yang terjadi pada anaknya yang menjadi pemurung, ga mau makan, ga mau melakukan apapun, ataupun sebaliknya yang malah suka rewel yang menjadi aktif yang tidak terkontrol, yang akhirnya membuat geger seisi rumah dengan tangisan yang tiba-tiba menggelegar ataupun malah diajak berbicara atau makan pun tidak mau. Hingga akhirnya kita pun bingung jadinya, ada apa sesungguhnya yang terjadi dengan anak saya?

Atau ada yang berubah di suami atau istrinya, atau bahkan orang tuanya atau saudara serta sahabatnya seolah menjadi orang yang berbeda dari sebelumnya

Banyak sekali cerita-cerita terkait dengan perubahan perangai atau sifat orang tersebut. Atau bahkan pada akhirnya menjadi sosok yang memiliki sakit berat yang secara medis muncul tiba-tiba, dibawa ke dokter & rumah sakit namun ga kunjung sembuh juga. 

Ataupun penyakitnya ternyata secara medis tidak ada, tidak terdeteksi oleh peralatan medis yang canggih di rumah sakit, namun kitanya merasakan sakit yang luar biasa hebat di bagian organ tertentu di badan kita. Jadi aneh kan ya,...yang seharusnya penyakitnya terdeteksi dengan mudah, dan bisa diobati malah jatuhnya jadi penyakit yang non-medis kan

Kok bisa itu terjadi?
Dan Bagaimana itu bisa terjadi?

Yuk kita pelan-pelan membahasnya ya, In syaa ALLAH mudah bagi kita menelusurinya

Yang pertama perlu untuk diperhatikan adalah, mengetahui apakah perubahan yang terjadi pada diri kita, ataupun hal-hal yang tidak jelas dan tidak terdefinisi di badan kita tadi itu adalah bentuk GANGGUAN JIN?

Cara mengeceknya sangat mudah, silahkan cek di link berikut ini ya :


Kalo ada 5 saja dari 40 Ciri Gangguan Jin yang tersaji lengkap di atas, maka menjadi catatan bagi kita untuk diperhatikan dengan seksama untuk sesegara mungkin untuk melakukan Terapi Ruqyah 


KENAPA JIN BISA MENGGANGGU MANUSIA?


Banyak hal yang menjadi pemicu terjadinya Jin yang mengganggu manusia, sehingga akhirnya kita sakit berat, sering kesurupan, atau stress berlebihan bahkan hingga gila. Dan ini menjadi pembahasan utama kita kali ini ya, sehingga Jin bisa masuk mengganggu kita

Mari kita cek masing-masing pintu masuknya, yang menjadi penyebab utama Diganggu JIN atau Gangguan Jin atau Gangguan Setan atau kesurupan atau kesurupan massal adalah melalui kegiatan berikut :

1. Suka Menyendiri

Menyendiri menjadi kegiatan yang banyak dialami oleh orang-orang yang mengalami masalah yang biasanya muncul karena pergaulan, namun masalah yang ada tidak dicoba untuk diselesaikan. Atupun dirasa sudah mencoba menyelesaikan namun belum bisa terselesaikan, sudah berusaha menyelesaikan dengan pengetahuan yang diketahui namun belum berhasil. Namun dirinya sudah merasa menyerah, sehingga seolah tidak ada lagi harapan dalam menghadapi masalahnya dan akhirnya menjadi pribadi pemurung dan menyendiri. Ketika sudah terbiasa menyendiri, maka menjadi pribadi yang tidak percaya lagi dengan nasehat dan omongan orang lain, bahkan orang terdekatpun tidak dianggap menasehati. Bila kondisi menyendiri ini dibiarkan terus menerus, maka orang tersebut bisa menjadi stress hingga Gila. Ga pengen kan kaya begini? maka yuk jangan menyendiri lagi

Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan kita untuk tidak menyendiri dalam menjalankan kehidupan, beliau bersabda :
Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik dari pada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka” (HR. At Tirmidzi 2507, Al Bukhari dalam Adabul Mufrad 388, Ahmad 5/365, syaikh Musthafa Al ‘Adawi mengatakan hadits ini shahih dalam Mafatihul Fiqh 44).

2. Ke Orang Pintar (Dukun)

Orang pintar yang dimaksud disini adalah Dukun ya, bukan pak Guru, pak Dosen atau Pak Professor yang memiliki kepandaian secara akademis di bidang pendidikan. Sudah menjadi kebiasaan semenjak dahulu, di lingkungan ataupun keluarga kita bahwa kita suka sekali menyebut seorang dukun ini adalah orang pintar. Karena dianggap bisa menyelesaikan masalah yang kita hadapi, dan biasanya adalah permasalahan yang bersifat ghaib. Mengapa disebutkan sebagai permasalahan yang Ghaib? ya biasanya karena itulah yang kita keluhkan, atau segala sesuatu yang berlandaskan atas keinginan seperti pengan nikah, pengen dapat jodoh, pengen kaya, pengen kerja, pengen menemukan barang yang hilang, pengen penyakitnya sembuh dan kepengenan yang lainnya.

Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam tidak merestui kedatangan seorang muslim kepada dukun atau peramal atau yang diistilahkan orang pintar, atau apapun namanya. Bila dia mendatangi dan mempercayainya, maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari. (HR Muslim dan Ahmad)

Masih pengen ke Dukun? jangan lagi ya, kita lebih baik memilih ALLAH saja untuk menyelesaikan perkara Ghaib yang kita hadapi. Kita berdoa di waktu-waktu yang doa akan dikabulkan, misalkan setelah Shalat Wajib 5 waktu, dan semoga segala hal yang kita inginkan akan dikabulkan dan diwujudkan oleh ALLAH, Aamiin In syaa ALLAH

3. Berteman Setan - Jin

Ngeri banget kan kalo denger kata di atas, masa iya ada yang berteman dengan Setan? Eh ini beneran ada loh, bukan hanya di film aja yang beginian. Nyata bener adanya, karena kami seringkali mendapati yang datang ke kantor kami di Rehab Hati Malang untuk diruqyah sambil membawa saudaranya yang bisa melihat Jin dan berkomunikasi dengan mereka hingga berkawan dan bermain-main dengan mereka.   

Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : ”Dan sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku seluruhnya dalam keadaan lurus maka kemudian datanglah setan dan menyimpangkan mereka dari agama mereka. Dia mengharamkan bagi mereka apa yang Aku halalkan bagi mereka serta memerintahkan mereka agar menyekutukan-Ku dengan apa-apa yang tidak Aku turunkan kepadanya suatu penjelasan.” (HR. Muslim)

4. Dzikir Maksa (berlebihan)

Dzikir adalah sebuah tuntunan, dan In syaa ALLAH akan membawa kebaikan bagi yang melaksanakannya serta berpahala. Tentunya harus dilakukan selayaknya kita menjalankan Dzikir dengan kondisi yang baik dan tata cara yang baik, agar memberikan hasil yang baik sesuai dengan tuntunan Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Tentunya kita pasti melakukannya bukan, seperti saat kita menjalankan dzikir setelah shalat wajib 5 waktu
Namun demikian perlu kita memahami, makudnya apa dengan Dzikir Maksa ini? Ini adalah sebuah ikhtiar yang biasanya dilakukan oleh beberapa sahabat dengan tujuan tertentu, dan dilakukan dengan mengamalkan dzikir tertentu dengan cara tertentu dan dengan jumlah tertentu. Dampak yang biasanya terjadi dalam melakukan kegiatan ini adalah badan menjadi sakit dan tidak kunjung sembuh, atau setelah sembuh tidak lama sakit lagi, dan pikiran menjadi terganggu, stress hingga gila. 

5. Salah Makanan

Ini yang sering terjadi, suatu waktu kita makan dengan lahapnya namun ternyata yang kita makan ini adalah makanan yang haram. Hati-hati ya, ternyata makanan yang haram ini berdampak langsung kepada kita loh,..

Seorang sahabat Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam yakni Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi Muhammad SAW : “ Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah”. Apa jawaban Rasulullah, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak untuknya” (HR. At-Thabrani)  

6. Salah Teman

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara." (QS. Al-Hujuraat: 10). Memilih teman adalah teman yang saling membantu dan mendukung menuju kebaikan, bersama-sama meningkatkan iman dan takwa, sehingga dapat meraih surga bersama-sama. Apabila kita mendapati teman yang berperangai sebaliknya, yang tidak baik kelakuannya, tidak mau shalat, tidak berpuasa dan suka melakukan hal-hal yang buruk, maka kita pun akan berpotensi terpengaruh dan melakukan keburukan yang sama.

7. Salah Amalan

Banyak sekali saat ini yang datang, dengan keluhan sakit yang tidak kunjung sembuh dan keluhan jiwa, ketika ditanyakan dengan kegiatan amalan hariannya ternyata masih tidak melakukan apa-apa yang telah diperintahkan ALLAH dan Rasulullah Muhammad, tidak pernah melakukan shalat, ataupun bila melakukan hanya melakukan di waktu-waktu tertentu atau sesempatnya saja, tidak pernah membasuhkan muka dan badannya dengan air wudhu, tidak mau berdzikir dan ataupun ketika berdzikir dengan tujuan tertentu seperti ingin kaya, penglaris, pengasihan, kuat, kebal, dimana segala yang dilakukan tersebut tidak ada tuntunannya dalam Al-qur'an dan Sunnah Rasulullah Muhammad. 

8. Salah Kostum,

Sebagai seorang muslim, hendaknya berpakaian yang menutupi aurat tubuhnya, tentunya hal itu tidak hanya saat waktu shalat saja namun dalam keseharian juga. Karena Menutup aurat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim.
Aisyah ra menceritakan bahwa adik kandungnya Asma' binti Abu Bakar masuk ke rumah Rasulullah dengan berpakaian tipis. Rasulullah pun berpaling darinya sambil bersabda, " Hai Asma', sesungguhnya seorang perempuan yang sudah akil baligh tidak boleh terlihat auratnya kecuali ini dan ini (Nabi Muhammad SAW menunjuk pada wajah dan telapak tangannya)." (HR Abu Daud).
Dari Abu Musa Al-Asy’ari, Nabi Muhammad SAW duduk pada suatu tempat yang ada airnya dalam keadaan pakaiannya tersingkap hingga sampai kedua lutut atau salah satu lutut beliau, tatkala Utsman sudah datang, beliau menutupnya. (HR. Bukhari).

9. Salah Gaul

Apakah seorang muslim boleh ikut gaul dan mengikuti gaya dan trend di zaman ini? Apabila itu tergolng sesuatu hal yang mubah - boleh dilakukan, sesuatu yang tidak melanggar syariat serta tidak menyerupai (tasyabbuh) dengan orang kafir dan fasik, maka boleh saja untuk dilakukan. Bahkan sesungguhnya kita diperintahkan untuk melakukan pergaulan dengan masyarakat dan menyesuaikan apa yang biasa dilakukan dan menjadi sebuah keumuman di masyarakat dalam hal muamalah (urusan dunia), selama tidak melanggar syariat Islam. Bila kita melakukan dengan tujuan hanya untuk “mencari ridha” manusia atau sekedar membuat mereka senang dengan cara yang salah, maka hukumnya menjadi tidak boleh. 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al‘Utsaimin berkata :  
“Mencocoki/menyesuaikan kebiasaan masyarakat dalam hal yang bukan keharaman adalah disunnahkan. Karena menyelisihi kebiasaan yang ada berarti menjadi hal yang syuhrah (suatu yang tampil beda sekali dan mencolok, pent). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpakaian syuhrah. Jadi sesuatu yang menyelishi kebiasaan masyarakat setempat, itu terlarang dilakukan.” [Syarhul Mumti’ 6/109]

10. Menyanyi

Perdebatan terkait dengan hukum menyanyi sampai detik ini masih menjadi sesuatu yang tidak berhenti untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan perbedaan pendapat dan pemahaaman Ulama-ulama terdahulu terkait dengan penafsiran hukum atas nyanyian dan musik, sehingga akhirnya hingga saat ini menjadi wilayah khilafiyah yang senantiasa diperdebatkan.

ALLAH berfirman dalam Al Quran Surat Luqman ayat 6-7 berikut : “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih.”

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang diriwayatkan oleh Bukhari secara mu’allaq dengan lafazh jazm/ tegas : “Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. Dan beberapa kelompok orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat.” Jika disampaikan menghalalkan musik, berarti musik itu haram.

Kami hanya ingin mengingatkan bahwa pengganti nyanyian dan musik adalah Al Qur’an. Dengan membaca, merenungi, dan mendengarkan lantunan Al-Qur’anlah hati kita akan hidup dan tertata karena inilah yang disyari’atkan.

11. Memakan harta anak yatim

Dosa yang juga besar adalah termasuk jika kita mengambil dan memakan harta anak yatim, dimana harta tersebut bukanlah hak dari kita, tentu sebuah dosa yang sangat besar. Hal ini juga disebutkan dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang merusak,” dan salah satu diantara perkara yang Rasulullah sebutkan adalah “Memakan harta anak yatim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibu Jarir juga disebutkan bahwa balasan Allah begitu pedih saat mereka mengambil harta anak yatim. Tentu kita tidak ingin dibangkitkan dalam kondisi yang menyedihkan seperti ini bukan?

“Orang yang memakan harta anak yatim secara zalim akan dibangkitkan pada hari kiamat kelak dalam keadaan keluar nyala api dari mulut, telinga, hdiung, dan matanya. Siapapun yang melihatnya pasti akan mengetahui bahwa ia adalah pemakan harta anak yatim.”

Dalam surat An-Nisa ayat 10 berikut : “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk kedalam api yang menyala-nyala (nereka)”. 

12. Berlama-lama di WC - Toilet

Toilet atau WC adalah tempat yang menjadi sarang setan. Hal ini dijelaskan dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya toilet ini dihadiri setan. (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Oleh karena itu, kita setelah menyelesaikan buang hajat di toilet, WC atau kamar mandi sebaiknya kita menyegerakan untuk keluar darinya. Tidak berlama-lama di dalamnya, karena disitulah tempatnya najis, jauh dari dzikrullah, dan tempat manusia membuka auratnya, dimana menjadi tempat yang disukai Setan. Tidak sepatutnya kita sebagai manusia berdiam diri bahkan menjadikannya sebagai tempat istirahat, yuk jangan lama-lama di kamar mandi ya

Nah, kita sudah membahas 12 poin dimana itu semuanya menjadi pintu masuk daripada Jin ke dalam diri kita. Yuk kita perbaiki diri kita, kita sesuaikan kembali hal yang tidak baik hingga kita dapat menutup pintu masuk atau celah bagi Jin untuk masuk dan mengganggu diri kita. 
Apabila kita masih merasakan adanya Gangguan Jin dalam diri kita, maka kita perlu melakukan pembersihan diri dengan menjalankan Terapi Ruqyah Syariyyah, sehingga bersih seperti tuntunan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
Semoga ALLAH mudahkan segala ikhtiar kita bersama, Aamiin In syaa ALLAH


Lokasi dan Alamat Tempat Ruqyah Syariah Malang

Jl. Sumpil 1 No. 46 Purwodadi Blimbing - Malang Kota

Untuk info Jasa Ruqyah Syariyah di Malang silahkan hubungi :
Admin Rehab Hati Malang - 0897 4575 817